Hari Raya Nyepi di Tahun 2017

January 22, 2017 9:51 am

Hari Raya Nyepi 2017

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi atau senyap). Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka dan berlangsung sejak tahun 78 Masehi. Kalender Saka yang digunakan oleh masyarakat Bali berasal dari India, namun dengan tambahan-tambahan elemen masyarakat setempat. Hari Raya Nyepi dalam kalender Masehi selalu jatuh pada bulan Maret atau April, dan di tahun 2017 ini jatuh pada hari Selasa tanggal 28 Maret 2017 (1 Saka 1939).

Eckhat Tolle (Stillness Speaks) mengatakan, “Wisdom comes with the ability to be still. Just look and just listen… let stillness direct your words and actions”. Kearifan datang dari keheningan. Lihat dan dengar saja, biar keheningan yang menjadi pembimbing.

Maksud dari perkataan Eckhat Tolle adalah, Nyepi sebagai hari suci mengajarkan manusia untuk menghargai makna ketiadaan—agar merasakan segala sesuatu yang pernah ada, agar membaca kembali perjalanan yang terlewatkan, seperti kesuksesan dan kegagalan dalam romantika hidup.

Keheningan adalah tempat bagi siapa saja untuk meresapi hidup tanpa beban. Semua harus didiamkan, agar kekeliruan lebih nyata terlihat, kekurangan yang remang-remang semakin jelas, dan yang tersembunyi akan terangkat ke permukaan. Dengan begitu, perbaikan ke arah kepatutan kian terbuka nyata. Hening sesungguhnya adalah Sang Penuntun. Oleh karena itu, Nyepi harus melibatkan seluruh masyarakat—baik Hindu maupun non-Hindu—di Bali.

Perayaan Hari Raya Nyepi dilakukan dengan cara menghentikan semua kegiatan yang biasanya dilakukan di hari-hari biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum seperti berdagang atau perkantoran. Bahkan, stasiun televisi dan Bandara Internasional Ngurah Rai pun dihentikan. Rumah sakit tetap dibuka, namun untuk gawat darurat saja. Warga yang mempunyai bayi dan ingin menyalakan lampu untuk penerangan perlu mendapat ijin dari banjar, itu pun hanya untuk lampu dengan daya terang kecil.